Joomla Free Template by FatCow Hosting

Asam Urat

Published on Sunday, 28 September 2014

Asam Urat & Rematik

 

Gangguan sendi, otot, dan tulang merupakan keluhan yang paling sering dijumpai di masyarakat, dan sering kali dikeluhkan sebagai rematik. Seringkali rematik ini dihubungkan dengan asam urat, walaupun sesungguhnya jenis / penyebab rematik bukan hanya asam urat. Penyebab penyakit rematik sangat banyak, lebih dari 100 jenis penyebab, beberapa diantaranya yang banyak dijumpai  antara lain rematik asam urat (arthritis gout), arthritis rematoid, rematik karena perkapuran atau osteoarthritis (OA), rematik karena infeksi bakteri, dan lain – lain.

 

Rematik Karena Asam Urat (Arthritis Gout)

 

Jenis rematik ini disebabkan oleh peninggian kadar asam urat dalam darah yang terjadi karena ada gangguan metabolisme asam urat (faktor keturunan), makan makanan yang banyak mengandung purin  (asam urat). Tingginya asam urat dalam darah dapat menimbulkan endapan kristal asam urat dalam sendi, yang kemudian menyebabkan rasa nyeri, bengkak, kaku, dan kemerahan pada  sendi yang terkena. Namun tidak semua orang dengan asam urat tinggi akan menderita arthritis Gout, hanya sekitar 30% yang menimbulkan keluhan. Sebaliknya tidak semua arthritis Gout disertai dengan peningkatan kadar asam urat di darah. Umumnya pria lebih sering terkena dari pada wanita, biasa timbul pada usia diatas 30 tahun. Serangan penyakit  timbul mendadak, mencapai puncaknya dalam 24 jam, dan hilang setelah 5 – 7 hari dengan mengistirahatkan sendi yang terkena. Arthritis sendi di jempol kaki paling sering atau khas pada arthritis Gout, kemudian sendi pergelangan kaki, sendi lutut dan sendi – sendi lainnya.

 

Pada awal penyakit, serangan tersebut tidak terlalu sering dan hanya mengenai satu atau dua sendi, namun pada keadaan lanjut, serangan semakin sering dan sendi yang terkena semakin banyak. Bila tidak diobati dengan benar endapan kristal asam urat akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada sendi.

 

Kadar asam urat tinggi selain merusak sendi juga dapat membentuk batu di ginjal / saluran kemih dan penyempitan pembuluh koroner jantung. Karena itu kadar asam urat tinggi harus diturunkan, dengan menghindari atau mengurangi makanan yang dapat meningkatkan asam urat, banyak minum air untuk membantu pengeluaran asam urat dan bila masih belum turun perlu menggunakan obat penurun asam urat sesuai petunjuk dokter.

 

Makanan yang boleh diberikan :

 

Karbohidrat

 

Nasi, roti, ubi, singkong, dapat diberikan sesuai kebutuhan kalori.

 

Protein Hewani

 

Daging sapi, ayam, bebek, burung, ikan laut, tenggiri, bawal, bandeng, bisa diberikan namun terbatas maksimal 50 gram / hari. Telur, susu, keju, bisa diberikan, tapi juga dibatasi.

 

 

 

Protein Nabati

 

Tahu, tempe, oncom, dapat diberikan namun jangan berlebihan, cukup 50 gram sehari.

 

Lemak

 

Makanan berlemak dan berminyak harus dikurangi, karena dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urine.

 

Buah – buahan

 

Semua jenis buah – buahan segar, terlebih yang mengandung banyak air seperti : semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, jambu air, pepaya, apel, bebas untuk dimakan, kecuali alpukat, air kelapa dan durian sebaiknya dibatasi.

 

Sayuran

 

Semua jenis sayuran, agar – agar, bebas diberikan. Kecuali : buncis, asparagus, kacang panjang, kacang polong, bayam, jamur, kembang kol, melinjo, jangan lebih dari 50 gram sehari.

 

Minuman

 

Minuman banyak air sangat dianjurkan, karena membantu pengeluaran asam urat melalui urine. Minuman seperti teh, kopi, minuman bersoda boleh diberikan.

 

Makanan yanng perlu dihindari

 

o   Jeroan tubuh hewan seperti usus, hati, limpa, otak, jantung   

 

o   Daging kaleng seperti kornet beef, ikan kaleng seperti sarden.

 

o   Kerang, udang, tiram, kepiting.

 

o   Ekstrak daging / kaldu kental.

 

o   Makan / minuman yang mengandung alkohol, ragi, seperti tape, brem, bir

 

 

 

v  Rematik Karena Arthritis Rematoid

 

Jenis rematik ini terutama menyerang wanita dan sering terjadi pada usia 25 – 50 tahun. Gejala awal arthritis rematoid biasanya berupa capek, kaku – kaku sendi, nyeri pada sekitar sendi, disertai dengan perasaan tidak enak badan. Pada pemeriksaan laboratorium biasanya didapatkan hasil rheumatoid factor (RF) positif dan C reactive protein (CRP) positif. Penyebab penyakit ini bukan asam urat, diduga karena gangguan sistem imunitas. Arthritis reumatoid perlu pengobatan sepanjang hidup, merupakan penyakit yang serius, karena dapat menyebabkan kerusakan sendi yang berat, dan dapat menimbulkan komplikasi pada jantung , mata, dan paru. Namun proses penyakit ini dapat ditenangkan dengan obat sehingga tidak perlu terjadi koomplikasi.

 

v  Rematik Karena Osteoarthritis

 

Jenis rematik yang sering menyerang usia lanjut (diatas 50 tahun), orang dengan berat badan lebih (kegemukkan), dan lebih sering pada wanita. Penyebab penyakit ini bukan karena asam urat, namun karena proses degeneratif atau penuaan, dimana terjadi perkapuran pada sekitar permukaan tulang dan merusak tulang rawan sendi, terutama pada sendi – sendi yang menopang berat badan, yang paling sering sendi lutut dan sendi panggul, kemudian tulang belakang, leher dan jari – jari tangan.

 

Gejala OA biasanya muncul bertahap, awalnya hanya terasa kaku dan sulit menggerakkan sendi pada awal gerakkan, misalnya dari posisi duduk ke posisi berdiri, atau nyeri punggung pada saat bangun tidur. Pada sendi lutut,  rasa nyeri dapat disertai pembengkakkan yang timbul bila banyak bergerak dan hilang tau berkurang setelah beristirahat. Pada tahap lanjut rasa nyeri timbul sepanjang hari, berjalan pun sulit, bentuk tungkai berubah.

 

Pemeriksaan rontgen dapat membantu untuk mengetahui penyakit ini.

 

Pemeriksaan Laboratorium Pada Nyeri Sendi :

 

Hematologi (Hb, Leukosit, LED, Differensial)

 

Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya proses peradangan atau infeksi pada sendi.

 

Asam urat

 

Pemeriksaan ini untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah. Bila ditemukan kadar asam urat yang tinggi atau diatas 7,5 mg/dl, maka nyeri sendi tersebut mungkin disebakan oleh asam urat atau rematik asam urat

 

Rheumatoid Factor (RF)

 

C Reactive Protein (CRP)

 

Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah nyeri sendi disebabkan oleh suatu penyakit radang sendi atau rematik karena Arthritis Rheumatoid. Pada penyakit ini akan didapati hasil pemeriksaan RF dan CRP yang positif.

 

Rontgen Sendi

 

Pemeriksaan ini terutama mengetahui adanya kerusakan pada permukaan sendi dan tulang sekitar persendiaan, yang mana dapat dijumpai adanya perkapuran, permukaan sendi yang tidak rata, penyempitan ruang antar permukaan sendi, yang sering ditemukan pada penderita rematik karena Osteo Arthritis (OA).

 

Analisa Cairan Sendi

 

Pemeriksaan ini untuk mencari penyebab nyeri sendi, apakah ada kristal asam urat, infeksi, atau penyebab lainnya.

 

 

Hits: 7990